Cara (coba-coba) Menaklukkan hati Istri


Pernah diomelin istri? atau di marahin sampe kita gak bisa memandang wajahnya bahkan sampai tidak sempat menjawab satu per satu omelannya? Ane punya beberapa tips dan trik yang bisa dipakai sama sederek sekalian. Jujur sebenernya Ane belum pernah mencobanya, hanya BARU belajar, ingat ya : BARU BELAJAR. Jadi hasil akhir memang belum ditentukan akan sukses atau Gatot alias gagal total. Di bawah Ane cuma membagi kriteria kemarahan istri berdasarkan pengalaman pribadi Ane menjadi 4 bagian.

1. Jika istri ngomel-ngomel karena hal kecil yang membuatnya sebel

Ini kemarahan istri dengan tahap yang biasa, wajar, dan masih bisa dikendalikan oleh suami ‘lunak’ sekalipun. Dengarkan omelan istri, kalau perlu berdiri atau posisikan tempatmu di dekatnya lalu pandangi wajahnya, Ingat! jangan ditinggal pergi. Tunggulah sampai dia berhenti mengomel lalu katakan sesuatu padanya sambil tersenyum nakal, contohnya :
“Sayang, udah selesai ngomelnya? Ngomel lagi donk, kamu tambah cantik kalau ngomel-ngomel gitu, lucu deh. Aku jadi sayang sama kamu.. “
Itu cuma contoh, bisa dikreasikan sendiri kok, pokoknya intinya dekati dia dan jangan berlalu mumpung omelannya masih dalam taraf ‘rendah’. Kalau ditinggal kemungkinan bisa tambah marah dia.

2. Jika istri ngomel-ngomel karena kita belum bisa menepati janji, menepati waktu atau menepati hal yang sifatnya janji dan sang istri memegang teguh janji itu
di sini Ane akan membagi lagi menjadi dua sub bagian, yang pertama dia ngomel-ngomel dan yang kedua dia mulai diam karena ngambek. Jika yang terjadi adalah sub bagian yang pertama, maka itu masih bisa dijinakkan dengan cara nomor satu di atas, hanya saja ditambahi lagi dengan rayuan yang memuji dia dan janji baru berikutnya (kali ini harus ditepati bro! Dosa kalao gak)
” Sayang, Maaf banget membuat kamu menunggu seperti ini, maaf tadi aku belum bisa nepatin janji ke kamu. Aku yakin kamu wanita yang sangat penyabar dan mau memberiku kesempatan lagi untuk berjanji, kamu boleh lakukan apa saja kalau lain kali aku tidak menepatinya, kamu tahu betapa aku sangat menyayangi wanita istimewa seperti kamu “
itu salah satu contoh, setelah itu biasanya sang istri akan menjawab omongan kita dengan ketus :
” Kamu pikir aku bisa sesabar apa setelah kamu melanggar janjimu sendiri sesering ini? “
dan tinggal jawab :
” Aku akan meyakinkanmu lain kali, dan kalau sampai aku melakukannya lagi maka kamu boleh menghukumku, asal hukuman itu tidak menyuruhku berhenti mencintaimu “
Biasanya si istri bakal sedikit cair dan ujung-ujungnya dia akan mengomel seperti pada bagian 1 di atas.
Oke bro, cara di atas memang cukup riskan untuk diucapkan, karena apa? karena lagi-lagi kita menjanjikan sesuatu dan malah akan memperburuk resiko jika kita sampai melanggarnya lagi. Tapi itu juga menjadi sebuah pertimbangan untuk kita agar tidak mudah menjanjikan sesuatu jika memang kita tidak tahu bahwa kita belum pasti bisa menepatinya

3. Jika istri marah akibat cemburu
Jika yang menjadi pemicu kemarahan istri adalah cemburu, biasanya dia akan diam, cemberut, ngomel-ngomel hal kecil yang sebenarnya tidak untuk diributkan, atau paling parah ya membanting pintu. Maka jika yang terjadi adalah ini, bro semua harus waspada karena tingkat kemarahan mulai siaga 2. Macam-macam yang akan dilakukan istri sebagai reaksi atas kecemburuannya, entah menjadi posesif, atau membanting-banting barang.
Maka yang sebaiknya kita lakukan adalah mendekatinya dan tanpa permisi langsung peluklah dia erat, kecemburuan hanya bisa diatasi jika si istri merasa tenang dan percaya bahwa pasangannya tidak akan melirik yang lainnya. Setelah dipeluk, maka kecuplah ubun-ubunnya dan katakan dengan mata yang saling berpandang bahwa kecemburuan nya itu tidak perlu.
Jika cemburunya biasa saja : ” Jangan cemburu sayang, kamu harusnya tahu bahwa yang aku cintai hanya kamu “
Jika cemburunya sedang : ” Aduh kamu lucu deh kalau cemburu gitu, aku jadi seneng diperhatiin, besok-besok aku mau bikin kamu cemburu lagi aaahhh “
Jika cemburu buta : “Terima kasih sudah mencemburuiku, aku merasa tersanjung. Tapi jangan lagi seperti itu karena aku tidak mau kamu terlihat seperti orang yang tidak benar-benar bisa memilikiku karena kamu takut kehilangan aku, padahal kamu tahu persis aku selalu ada untuk kamu”

4. Jika istri marah akibat kesalahan yang besar
Kesalah besar ini memang biasanya kesalahan yang fatal yang bisa menimbulak istri mengunci pintu kamar bahkan mengunci pintu depan rumah. Kemarahan yang seperti ini butuh penanganan khusus dengan jalan Dalil agama dan pintar-pintarnya laki-laki dalam bersikap. Jika sudah begini maka biarlah situasi yang panas itu mereda, setelah merasa reda maka cobalah menghubunginya tidak secara langsung. Tapi seperti mengirimi bunga dengan kartu ucapan, lalu datang secara diam-diam dan tanpa permisi langsung peluklah dia erat, meskipun memberontak tetap jangan dilepaskan, meskipun dipukuli tetap jangan menyerah memeluknya. Jika sudah tidak kuat menahan rasa sakit karena dipukuli (atau bahkan digigit), maka saatnya bro semua mengeluarkan jurus pamungkas.
” Jangan memaksakan diri untuk melepaskanku.. ”
” Jangan membuatku melepaskanmu dengan rasa sakit seperti ini.. ”
” Coba tolong lihat aku, aku tidak menyerah meskipun aku merasa sakit. Sedangkan kamu, kenapa kamu menyerah saat melewati rasa sakit dalam hubungan ini “

Beuh! Ane tiba-tiba jadi sangat romantis ini ya, mungkin pengaruh istri yang seneng nonton drama korea kali ya, moga bermanfaat ya untuk para bro semua terutama yang berprofesi sebagai suami.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: